Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orangorang
yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka
mengucapkan, "Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapatkan
keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang -orang
yang mendapat petunjuk." (QS. al -Baqarah:155-15).
Sungguh ayat yang sangat cocok menggambarkan apa yang akan saya tuliskan. Pagi itu tak seperti biasanya, kala suara abadi yang tak pernah berubah lafazhnya dikumanndangkan seruan kepada manusia untuk menjalankan sholat subuh. Sungguh sangat berbeda dengan masyarakat sekitar situ gintung, ciputat-tangerang. Mereka dikejutkan dengan jebolnya situ gintung selebar 70meter. Luapan air bersama lumpur ikut menghantam ribuan rumah tinggal dan tentu saja kampus umj yang juga berdekatan dengan situ gintung.
Dan kalau kita cermat terhadap kitab kita :
Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya,
"Tiada sesuatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri
melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.
Sesungguhnya yang demikian itu a dalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang
demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan
supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan -Nya kepadamu.Dan
Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS. al-
Hadid:22-23)
Rasa kehilangan sunggu tergambar diwajah korban bencana alam, mereka yang selamat merasa sungguh sangat beruntung hidupnya. Berbeda dengan yang kehilangan saudara, denga segala upaya mereka berusaha mencarinya dan ketika didapati yang mereka cari telah terbujur kaku dirumah sakit atau masih belum sempat dievakuasi. Terlihat jelas gambaran wajah mereka yang ditinggalkan, mereka ada yang menangis meraung-raung (naudzubillah min dzalik) namun ada juga yang berusaha menenangkan diri.
Di dalam musnad Imam Ahmad, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Tidaklah seorang hamba yang ditimpa musibah mengucapkan, "Inna lillahi wa inna
ilaihi raji'un, ya Allah berilah aku pahala dalam mu sibahku ini dan gantilah untukku
dengan sesuatu yang lebih baik," kecuali Allah akan memberikan pahala dalam
musibahnya dan akan memberikan kepadanya ganti yang lebih baik." (HR. Ahmad 3/27)
Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata, "Pada setiap kegembiraan ada duka, dan tidak
ada satu rumah pun yang penuh dengan kebahagiaan kecuali akan dipenuhi pula dengan
kesedihan. Berkata pula Ibnu Sirin, "Tidak akan pernah ada senyum melulu, kecuali
setelahnya pasti akan ada tangisan."
Semoga musibah yang melanda situ gintung dapat menjadikan pembelajaran bagi kita semua, karena belajar tak akan pernah ada kata terlambat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar